Pengobatan Penyakit Kanker Kolon

Perlunya menjalani dana menerapkan gaya hidup yang sehat merupakan salah satu cara yang sangat penting untuk mempertahankan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan tidak terserang penyakit. Pola makan yang diterapkan adalah pola makan yang sehat dan mengandung banyak serat. Dewasa ini, dikehidupan yang modern biasanya masyarakat lebih cenderung untuk mengonsumsi makanan yang siap saji dan tidak membutuhkan waktu lama dalam memasaknya. Padahal jika dicermati lebih dalam, makanan ini adalah makanan sampah karena kandungan gizinya rendah dan banyak mengandung lemak yang justru bisa memicu terjadinya dan munculnya berbagai masalah penyakit. Salah satu penyakit yang muncul akibat makanan yang tidak sehat adalah penyakit kanker kolon.

Kanker kolon adalah kanker usus besar yang merupakan salah satu penyakit kanker nomor tiga yang paling banyak terjadi didunia dan merupakan salah satu penyakit kanker yang mematikan. Pengobatan penyakit kanker kolon ini bisa dilakukan dengan cara penanganan yang dilakukan secara dini agar meminimalisasi perkembangan penyakit kankernya.

Pencegahan penyakit kanker kolon juga bisa dilakukan dengan mencegah terjadinya penyakit kanker kolon ini. salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan bahan pangan yang bisa dimanfaatkan dengan menekan terjadinya dari penyakit kanker kolon. Salah satu bahan pangan yang bisa dimanfaatkan sebagai obat dalam pengobatan penyakit kanker kolon adalah sebagai bahan pangan yang sifatnya fungsional untuk mencegah kanker kolon. Salah satunya adalah bahan pangannya adalah ubi jalar.

Ubi jalar merupakan salah satu makanan yang penting di Indonesia. Ubi jalar ini bisa dikonsumsi untuk mengatasi dan sebagai pengobatan penyakit kanker kolon karena safatpati amilosanya yang tinggi yang bisa dihidrolisis agar menjadi pati yang resisten tipe 3 dan bisa difermentasi. Oleh sebab itu, karena kandungan amilosa yang tinggi yang terdapat di dalam patinya ini, maka ubi jalar bisa diolah agar menghasilkan asam butirat yang bisa melancarkan proses pencernaan. Gejala klinis yang biasanya ditunjukkan dari penyakit kanker kolon ini adalah bab yang disertai dengan darah dan juga lendir.

Posted in Kanker Kolon | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Stadium Dalam Kanker Kolon

Sangat disarankan bagi anda khususnya yang memiliki riwayat kanker usus dalam keluarga untuk melakukan skrining tahunan deteksi dini kanker usus. Beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan sebagai berikut :

1. Guaiac Feal Occult Blood Test (‘gFOBT)

Pemeriksaan ini digunakan utnuk menemukan darah di dalam feses-gejala awal kanker usus dan biasanya dilanjutkan dengan kolonskopi.

2. Enema barium

Barium dimasukkan ke dalam usus besar melalui anus kemudian dilakukan foto rontgen.

3. Kolonskopi

Kolonskopi ini dikenal sebagai teropong usus besar, dengan cara kerja memasukkan lensa dan objek melalui anus hingga ke usus.

4. Digital Rectal Exaaminations (DRE) atau sering disebut colok dubur

5. Test penanda tumor CEA dan CA 19-9

Pemeriksaan melalui pengambilan sampel darah untuk meneliti adanya peningkatan protein tertentu yang terkait dengan keberadaan kanker, khususnya pada usus.

Penyakit kanker kolon atau dalam bahasa medis disebut sebagai penyakit kanker kolorektal. Ada lima tahapan perkembangan kanker kolorektal yang umum disebut dengan stadium 0,I,II,III, dan IV. Berikut tabel penjelasan masing-masing stadium.

Posted in Kanker Kolon | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Kolon

Kanker kolon atau rektum sekarang ini merupakan kanker internal kedua yang paling sering terjadi di Amerika Serikat. Kanker kolon ini mengenai dua kali lebih sering daripada kanker rekteal. Insiden meningkat dengan peningkatan usia (kebanyakan pasien berusia diatas 55 tahun) dan lebih tinggi pada individu dengan riwayat keluarga kanker atau polip rektal, penyakit inflamasi usus kronis dan diet tinggi lemak, protein, serta daging sapi dan rendah serat.

Hampir tiga dari empat pasien dapat diselamatkan dengan diagnosa dini dan pengobatan segera. Kebanyakan pasien menunjukkan asimptomatik selama jangka waktu panjang dan mencari bantuan medis hanya ketika mereka mengetahui adanya perubahan dalam kebiasaan defekasi dan perdarahan rektal. Angka bertahan hidup yang rendah 5 tahun pada 40-50 % terutama adalah akibat dari diagnosa yang terlambat.

Biasanya, setelah sering mengalami sembelit, barulah orang berfikir, apakah terkena kanker kolon atau tidak. Khusus bagi mereka yang berusia diatas 40 tahun, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolon. Di samping itu, juga diingatkan untuk jangan menunda-nunda keinginan untuk BAB (buang air besar). Karena air bila sering menunda BAB, makan akan semakin banyak air terserap. Hal ini menyebabkan feses menjadi semakin keras dan akan menimbulkan racun di dalam usus.

Hati-hati dengan obat pencuci perut atau obat pencahar untuk memudahkan BAB. Obat-obatan ini akan dapat memacu kontraksi dinding usus. Penggunaan secara reguler atau terus menerus akan dapat merusak dinding usus dan membuat konstinasi menjadi lebih buruk.

Posted in Kanker Kolon | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Asuhan Keperawatan Kanker Kolon

Sindrom yang juga sangat jarang terjadi ini disebut dengan sindrom Lynch yang merupakan suatu penyakit keturunan yang bercirikan risiko terkena kanker usus besar pada usia muda yang tinggi (rata-rata usia 40 tahun). Kemungkinan untuk terkena kanker ini hampir 100 %, selain itu, wanitanya mempunyai risiko 30-40 % untuk terkena kanker rahim. Kanker usus ini, seperti kanker usus besar lain, terjadi dari sebuah adenoma yakni perkembangannya nampak berjalan lebih cepat apabila dibandingkan dengan kanker usus yang bukan keturunan.


Keperluan diagnosa perlu dilakukan untuk mengetahui stadium kanker usus yang diderita. diagnosa dilakukan usai seorang pasien melakukan sebuah pemeriksaan dengan cara menggunakan kolonskopi yang merupakan suatu tindakan pemeriksaan pada saluran usus besar dengan menggunakan alat canggih berupa lensa serta optik yang sangat lentur tanpa takut terluka yang dimasukkan kedalam anus (dubur) sampai ke usus besar. Fungsi dari kolonskopi ini untuk memeriksa keadaan dinding usus besar dari bahaya adanya tidaknya polip atau kelainan yang dicurgai sebagai keganasan dan penyebab kanker usus itu terjadi.

Polip merupakan bagian dari usus besar dengan berbagai bentuk dan ukuran yang beraneka ragam yang tumbuh secara tidak normal di dalam usus. Polip yang awalnya dapat bersifat jinak, perlahan akan tubuh menjadi polip yang ganas yang menyebabkan kanker usus.

Posted in Kanker Kolon | Tagged , , , , , , | Leave a comment